murojaah santri madrasah putri at taqwa

Cita-Cita Tertinggi Para Santri

“Siapa yang ingin menjadi Hafizah?” Seluruh santriwati Madrasah Putri At-Taqwa pun mengangkat tangan setinggi-tingginya.

“Siapa yang ingin menjadi Hafizah?”

 

Seluruh santriwati Madrasah Putri At-Taqwa pun mengangkat tangan setinggi-tingginya.

Usaha dan doa yang tiada hentinya, bahkan tak jarang harus menguras air mata, tak menyurutkan cita-cita mulia mereka untuk memberikan mahkota kemuliaan untuk kedua orang tua kelak di surga-Nya. Maasyaa Allah tabaarakallah.

Ya, Al-Qur’an adalah pedoman hidup seluruh manusia. Diturunkan kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam kita yang sangat mulia. Bahkan jika kita mempelajari dan mengamalkannya, jaminannya adalah surga. Oleh sebab itu, sudah seharusnya kita berusaha menjaga dan mengamalkan kitab suci ini dalam keseharian kita.

Halaqah Al-Qur’an di Madrasah Putri At-Taqwa dilaksanakan setiap hari sebanyak tiga kali.

Untuk santriwati asrama, halaqah dilaksanakan setiap:

  • Bakda Shubuh – 06.30 wib di Qo’ah
  • Pukul 08.00 – 09.30 wib di Madrasah
  • Bakda Maghrib – 19.45 wib di Qo’ah

Sedangkan santriwati full-day, halaqah dilaksanakan setiap :

  • Pukul 05.30 – 07.00 wib di Masjid
  • Pukul 08.00 – 09.30 wib di Madrasah
  • Bakda Ashar – 16.00 wib di Masjid

Adapun programnya adalah sebagai berikut:

  • Santriwati kelas 1 diwajibkan tahsin terlebih dahulu, setelah lulus ujian tahsin baru melanjutkan ke tahfiz
  • Setiap hari santriwati memurajaah hafalannya minimal ½ juz dan ziadah hafalan baru dengan membawa 2,5 lembar hafalan sebelumnya
  • Setiap selesai ziadah 1 juz, santriwati akan juziyah (ujian 1 juz sekali duduk)
  • Kemudian setelah ziadah 3 juz, akan diujikan 3 juz tersebut dalam sekali duduk. Santriwati baru bisa melanjutkan hafalan ketika sudah lulus ujian 3 juz
  • Selanjutnya bertahap akan diujikan dalam sekali duduk : 5 juz, 10 juz, 15 juz, dan 30 juz, insyaa Allah, agar santriwati memiliki hafalan yang mutqin

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda,

يَجِىءُ الْقُرْآنُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيَقُولُ يَا رَبِّ حَلِّهِ فَيُلْبَسُ تَاجَ الْكَرَامَةِ ثُمَّ يَقُولُ يَا رَبِّ زِدْهُ فَيُلْبَسُ حُلَّةَ الْكَرَامَةِ ثُمَّ يَقُولُ يَا رَبِّ ارْضَ عَنْهُ فَيَرْضَى عَنْهُ فَيُقَالُ لَهُ اقْرَأْ وَارْقَ وَتُزَادُ بِكُلِّ آيَةٍ حَسَنَةً

“Al-Qur’an akan datang pada hari kiamat, lalu dia berkata, “Ya Allah, berikan dia perhiasan.” Lalu Allah berikan seorang Hafiz Al-Qur’an mahkota kemuliaan. Al-Qur’an meminta lagi, “Ya Allah, tambahkan untuknya.” Lalu dia diberi pakaian perhiasan kemuliaan. Kemudian dia minta lagi, “Ya Allah, ridai dia.” Allah-pun meridainya. Lalu dikatakan kepada Hafiz Al-Qur’an, “Bacalah dan naiklah, akan ditambahkan untukmu pahala dari setiap ayat yang kamu baca.”.

(HR. Tirmidzi 3164 dan beliau menilai hasan sahih)

Semoga dengan banyaknya waktu yang disediakan untuk halaqah Al-Qur’an tersebut, waktu untuk kegiatan lain pun akan dipenuhi oleh rahmat dan berkah dari Allah ‘Azza wa Jalla. Cita-cita mulia untuk menjadi Hafizul Qur’an pun akan segera terlaksana. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.