bermanfaat untuk sesama

Dauroh Selasa: Kebermanfaatan untuk Sesama

"Mungkin, kita galau karena kita mengharapkan dan menuntut kebermanfaatan orang lain untuk kita," pesan Ustaz Mujib.

“Menurut kalian, apa isi tiga video tadi?” tanya Ustaz Mujib pada para santriwati.

Pada hari Selasa, 1 Agustus 2023, alhamdulillah sudah terlaksana dauroh yang diisi oleh Ustaz Mujib. Beliau menayangkan kepada para santriwati (kelas 2, 3, dan 5) tiga buah video. Sembari menonton, Ustaz Mujib meminta kami menuliskan hikmah yang bisa dipetik dari ketiga video tersebut lalu nantinya akan disampaikan satu persatu.

“Saling tolong menolong,” ucap salah satu  santriwati.

“Peka,” ujar yang lain.

“Respek.”

“Bersyukur.”

Selepas mendengar hikmah-hikmah dari para santriwati, Ustaz Mujib pun membahas ketiga video tersebut.

Menurut Ustaz Mujib, tiga video tersebut mengajarkan kita tentang menjadi bermanfaat — entah bagi manusia atau makhluk lainnya.

Ustaz Mujib juga mengajarkan ada hal yang tidak bisa dibeli dengan uang, namun bisa didapat dengan menolong orang lain. Dengan menolong orang lain, kita bisa mendapatkan kebahagiaan.

“Mungkin, kita galau karena kita mengharapkan dan menuntut kebermanfaatan orang lain untuk kita,” pesan Ustaz Mujib. “Kalau kalian berusaha bermanfaat buat orang lain, kalian insyaAllah gak akan dikit-dikit galau, dikit-dikit galau.”

Ustaz Mujib juga sempat meminta kami menulis di sebuah kertas (dikumpulkan jika mau) tentang kebermafaatan apa yang bisa kami berikan untuk sekitar kami.

“Salah satu yang paling kecil: salam,” Ustaz Mujib memberikan contoh kepada kami. Beliau menjelaskan bahwa salam tidak sekadar ucapan sapa, tapi juga ungkapan doa keselamatan, rahmat, dan keberkahan. Jika Allah kabulkan salam kita atas saudara kita, hal itu akan menjadi kebaikan yang luar biasa bagi saudara yang kita doakan.

Beliau juga memberi kami challenge berupa memberi salam kepada setiap orang yang kami temui. Dengan begitu, diharapkan bisa tercipta lingkungan yang aman, penuh rahmah dan berkah.

“Kalian kalau mau coba ya, setelah ini, coba sedekah. Padahal itu uang terakhir kalian,” ujar beliau di penghujung acara. “Rasanya tuh ….,” beliau memeragakan ekspresi berat-tapi-harus-bisa dengan kocak.

Para santriwati yang hadir spontan tertawa.

Semoga tidak hanya ekspresi kocak Ustaz Mujib yang berkesan di kepala kami, namun juga pesan beliau untuk bermanfaat bagi sesama. Pun, semoga, tulisan ini bisa menjadi bagian saya untuk bermanfaat bagi sesama. Aamiin.

ditulis oleh: Masvans | Seion, Musafa

Leave a Reply