pendidikan khusus putri

Mengapa Pendidikan Khusus Putri Diperlukan?

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an, “Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan sedang dia orang yang beriman, maka mereka itu akan masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikit pun.” (QS. An-Nisa': 124)

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an,

وَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلا يُظْلَمُونَ نَقِيرًا

“Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan sedang dia orang yang beriman, maka mereka itu akan masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikit pun.”

QS. An-Nisa’: 124

Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa

جابر يعني ابن عبد الله، قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم

مَن كُنَّ له ثَلاثُ بناتٍ يُؤْويهِنَّ، ويَرحَمُهُنَّ، ويَكفُلُهُنَّ، وجبَتْ له الجنَّةُ البتَّةَ، قال: قيل: يا رسولَ اللهِ: فإنْ كانتِ اثنتَيْنِ؟ قال: وإنْ كانتِ اثنتَيْنِ، قال: فرَأى بعضُ القومِ أنْ لو قالوا له: واحدةً، لقال: واحدةً

Jabir Ibnu Abdullah berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa mempunyai tiga anak perempuan, memberinya tempat tinggal, menyayanginya, dan menanggungnya maka dia pasti mendapatkan syurga”. Jabir bin Abdullah radliyallahu’anhuma menambahkan bahwa ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, walau hanya dua?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Walau hanya dua.” Jabir bin Abdullah radliyallahu’anhuma berkata, “maka sebagian kaum berpendapat jika ada yang bertanya dengan hanya satu, maka beliau akan menjawabnya.”

(H.R. Ahmad)

Asma binti Abu Bakar rodhiyallahu ‘anhuma berkata,

“Zubair bin Al-Awwam menikahiku, sedang dia tidak memiliki harta, budak, dan tidak memiliki apa-apa melainkan hanya seekor kuda. Aku senantiasa memberikan makan kudanya, menyiapkan makanannya, dan mencarikan rumput untuk kudanya, menumbuk biji kurma untuk makan untanya, memberinya minum dan memperbaiki ember tempat minumnya, dan menumbuk gandum untuk membikin adonan. Karena aku kurang bisa membuat roti, wanita-wanita tetanggaku dari Anshar yang membuatkan roti untukku. Mereka adalah wanita-wanita yang jujur ….”

Dr. Khalid Ahmad Syantut menyebutkan perkataan Syaikh Mahmud Al-Jauhari yang mengatakan bahwa wanita adalah pondasi utama dalam membangun rumah. Ia adalah pengurusnya dan poros keluarga.

Dalam putaran orbit tersebut, seorang ayah akan kembali untuk mendapatkan ketenangan anggota tubuhnya, kenyamanan jiwanya, dan ketentraman hatinya. Dari balik kasih sayangnya akan lahir sang anak, dan dalam naungan kelembutannya anak itu akan tumbuh dewasa.

Ibu adalah pengatur rumah: menjadi istri sekaligus ibu. Ia adalah penopang rumah tangga. Darinya dan kepadanya semua akan dikembalikan. Jadi, tidak ada rumah yang tegak dengan baik tanpa adanya seorang wanita.

Penyair berkata,

“Ibu adalah madrasah yang jika kamu menyiapkannya berarti kamu menyiapkan sebuah masyarakat yang baik budi pekertinya.”

Sebagian besar upaya pendidikan yang ada saat ini memberikan hanya satu jenis kurikulum tanpa menyediakan ruang yang cukup untuk pengembangan karakter wanita sesuai fitrahnya. Padahal wanita secara fitrah sudah terlahir berbeda dibandingkan dengan laki-laki.

Dalam mendidiknya, tentu ada harus ada pendekatan yang berbeda agar seluruh potensi sebagai wanita dapat terjaga dan terbina. Oleh karena itu, diperlukan lembaga khusus yang mempelajari dan fokus dalam pendidikan wanita.

اللهم اهدنا

 

Yayasan Kampung Taqwa Karangpandan & Kepala Madrasah Putri At-Taqwa

Leave a Reply