kajian bersama hawaariyyun

MISI: Ditaklukkan Kenyataan atau Mengubah Keadaan

Pada 6 November 2023, IST Madrasah Putri Attaqwa mengadakan kajian Misi. Apa itu MISI?

Pada 6 November 2023, IST Madrasah Putri At-Taqwa mengadakan kajian Misi.

Apa itu Misi?

Misi adalah akronim dari Millennial Beraksi. Kajian Misi ini mengangkat tema: Ditaklukkan Kenyataan atau Merubah Keadaaan.

Dalam acara ini, IST Madrasah Putri At-Taqwa mengundang Kak Hawariyyun – seorang influencer di kalangan anak muda – sebagai pembicara. Acara ini dibuka untuk umum (khusus akhwat) secara gratis. 

Misi diadakan oleh IST Madrasah Putri At-Taqwa dengan tujuan untuk merangkul para remaja dari berbagai instansi pendidikan. Karena itu, selain mengadakan kajian, IST Madrasah Putri At-Taqwa mengundang 18 sekolah (putri) dari Solo Raya, Ngawi, dan Magetan untuk bergabung. Lebih lanjut, 18 sekolah putri tersebut akan diskusi dalam forum sharing pasca kajian.

FYI, ini adalah kali pertama Madrasah Putri At-Taqwa mengadakan acara dengan mengundang sekolah lain. 

Kajian Misi ini diadakan di Lembah Manah Mataram. Registrasi peserta dan tamu undangan dimulai pada pukul 7.00 dan acara dimulai pada pukul 8.00. Setelah pembukaan dan sambutan dari ketua panitia serta ketua IST, acara inti yaitu kajian bersama Kak Hawariyyun dimulai. Kajian ini dimoderatori oleh Ustaz Izzan. Setelah pemberian materi yang sangat mengesankan, diadakan sesi tanya jawab. 

Meski sempat terkendala beberapa masalah teknis, acara ini akhirnya selesai dengan baik sekitar pukul 11 siang. Para peserta bisa berfoto di photobooth yang telah disediakan panitia. Setelah acara selesai, para tamu undangan dipersilakan untuk makan siang dan salat di masjid yang ada di sana sebelum memulai forum sharing dengan anggota IST Madrasah Putri At-Taqwa. Forum sharing tersebut diadakan hingga sekitar pukul dua siang. 

Para peserta (tamu undangan maupun tamu umum) cukup excited dengan acara tersebut. Selain karena acara ini diisi oleh Kak Hawaariyyun yang memiliki 1,1 juta pengikut di Instagram (@hawaariyyun), acara ini juga mempertemukan para santri dari berbagai sekolah. Rasanya seperti memiliki banyak teman seperjuangan.


Di bawah ini adalah materi dari Kak Hawaariyyun yang berusaha saya rangkum dan tuliskan ulang sebisa saya.

Ada seorang wanita yang mengirimkan email ke YukNgaji (komunitas dakwah Hawaariyyun dan teman-temannya) dan menceritakan tentang pengalaman hidupnya. Wanita itu berusia dua puluhan, dan dia mengaku tidak bisa lepas dari traumanya.

Kenapa?

Karena sejak usia SD, dia berkali-kali dilecehkan oleh kakaknya sendiri. Kejadian ini tidak hanya berlaku sekali atau dua kali namun berkali-kali dan berlanjut hingga dia duduk di bangku SMA. 

Ini tentu saja adalah pengalaman traumatis bagi wanita itu. Apalagi dia telah berusaha untuk memberi tahu orang tuanya namun reaksi mereka tidak seperti yang ia harapkan. Mereka berkata bahwa kakaknya bukan orang seperti itu dan menganggapnya terlalu sensitif. Kalau saya jadi dia, saya pasti akan depresi dan mengalami trust issue

Setelah lulus SMA, dia memutuskan untuk kuliah di luar kotanya dan tinggal di kos agar bisa bebas dari kakaknya. Namun, kini dia dihadapkan pada masalah lain: dia tidak bisa melupakan masa lalu itu. Dia tidak bisa percaya pada laki-laki. Dia takut menikah. 

Trauma is real.

Semua bagian tubuh kita bisa mengingat. Tidak hanya otak, tapi juga tangan, kaki, jari-jari, dan semua anggota badan yang lain. Dalam sains, ada yang disebut dengan muscle memories atau memori dalam otot. Karena itulah seseorang bisa langsung sesak napas, tremor, dan lain sebagainya ketika dia ter-trigger oleh suatu trauma. 

Tapi, terlepas dari seberapa menyakitkan dan traumatis hal tersebut, wanita itu dihadapkan pada dua pilihan. Satu, fokus akan hal-hal yang bisa dia ubah. Seperti pindah ke lingkungan baru, mencari ilmu, dan belajar. Atau pilihan kedua, fokus mengutuk keadaan-keadaan yang menimpanya. 

Kalau kalian ada di posisi wanita itu, opsi mana yang akan kalian pilih? 

Keadaan yang menimpa kita seringkali tidak bisa kita pilih. Tapi reaksi kita akan hal yang menimpa kita, selalu bisa kita putuskan.

Seorang penulis cerita fiksi laga barat pernah ditanya mengenai apa perbedaan antara villain dan hero. Dia mengatakan, kedua tokoh itu sama-sama memiliki masa lalu yang kelam. Tapi sikap yang mereka ambil setelahnya berbeda. 

Seorang karakter villain berpikir,

“Saya merasakan sakit, jadi kalian semua harus merasakan sakit seperti yang saya alami.”

Tapi seorang karakter hero berpikir,

“Saya merasakan sakit. Saya tidak ingin orang lain merasakannya.”

Lalu dia pun berusaha menyelamatkan banyak orang agar tidak perlu merasakan sakit seperti yang ia alami. 

Masih berkaitan dengan cerita traumatis wanita tadi, ada yang harus kita pahami agar kita tidak terus terkungkung dalam kesedihan kita.

Apa itu?

Qadha’ dan qadar.

Ketika kita memahami konsep ini, kita tidak akan berlarut-larut dalam kesedihan dan mengutuk hal-hal yang menimpa kita. 

Apa itu Qadha’?

Qadha’ adalah segala ketentuan Allah yang tidak bisa kita ubah. Seperti kita tidak bisa memilih lahir di orang tua seperti apa, lahir dengan bentuk fisik seperti apa, atau bencana alam yang tidak bisa kita hentikan. Semua itu adalah qadha’

Lalu apa itu qadar?

Qadar adalah ketentuan Allah yang berlaku secara umum. Hukum sebab-akibat. Seperti tangan kita akan melepuh jika terkena api atau berdarah jika tergores. Itu adalah qadar.

Namun, terkadang ada pengecualian-pengecualian yang Allah berikan sekehendak-Nya. Seperti api yang hukum asalnya panas namun dengan kuasa-Nya Allah buat api menjadi dingin untuk Nabi Ibrahim ‘alaihissalaam. Atau seorang anak yang hukum aslinya lahir dari hubungan suami istri Allah buat lahir dari seorang Maryam tanpa ayah. 

Lalu, ada yang terakhir yaitu ikhtiyar. Pilihan.

Sebagai manusia yang memiliki akal, ada hal-hal yang manusia bisa pilih. Dan inilah yang bisa kita perjuangkan. 

Kita tidak bisa mengubah qadha’ dan qadar yang telah Allah tetapkan. Kita tidak bisa memilih lahir dari orang tua Jawa atau Sunda. Kita tidak bisa mengubah api menjadi dingin – which is hukum asalnya panas. Tapi hal-hal yang kita putuskan dan lakukan, itu bisa kita pilih. Bisa kita ubah. 

Kita tidak akan dihisab karena hal-hal yang tidak bisa kita ubah. Tapi hal-hal yang bisa kita ubah, itulah yang akan dihisab. Jadi, mari kita fokus pada hal-hal yang akan dihisab. 

Manusia diciptakan fii ahsani taqwiim. Dengan sebaik-baik penciptaan.

Kenapa?

Karena kita memiliki akal. Maka manusia yang tidak menggunakan akalnya itu seperti binatang ternak atau lebih hina dari itu.

Sebagai manusia yang berakal, bisa memilih, dan bisa membedakan benar dan salah, kita harus terus memilih hal-hal yang mendatangkan pahala dan mendekatkan diri kita kepada Allah. 

Kita tidak bisa menolak masalah yang menimpa kita, masa lalu traumatis yang menimpa kita, but life must go on. Kejar pahala, pikirkan apa yang bisa kita handle

Hidup adalah pilihan. Kita yang sekarang adalah hasil dari kita di masa lalu. Kita sekarang menentukan kita di masa depan. 

Hidup kita berjalan seperti peta.

Seperti ketika kita membuka google maps, akan muncul lokasi kita. Setelah kita memilih lokasi tujuan, akan muncul garis biru yang menyambungkan  antara lokasi kita sekarang dengan lokasi tujuan kita. Ketika kita sudah memiliki rute, kita tidak akan mudah terdistraksi untuk berbelok kanan dan kiri sembarangan. Itulah pentingnya memiliki tujuan dan perencanaan matang menuju tujuan tersebut. 

Tentukan tujuan kita yang hanya sebentar ini. Lalu mulai petakan apa yang akan kita lakukan dalam beberapa tahun ke depan untuk merealisasikannya. Persempit menjadi rencana setahun, setengah tahun, hingga ke rencana setiap hari. Kalau kita tidak melakukan itu, kemungkinan kita tidak sungguh-sungguh dalam mencita-citakan tujuan itu. 

Tidak ada yang instan. Hal-hal besar perlu persiapan besar. 

Tidak ada yang namanya motivasi. Kalau kita punya tujuan (dan betul-betul mencita-citakannya) kita tidak akan diam saja dan berleha-leha. Kalau ada orang yang tidak melakukan apa-apa dan tidak tahu harus melakukan apa, kemungkinan dia tidak punya tujuan. 

Dan jangan lupa, dalam merealisasikan rencana kita, selalu libatkan Allah. Bawa Allah dalam setiap aktivitas kita. 

Wallahu a’lam.

ditulis oleh: Masvans

(makasih buat temanku HH yang sudah bantu banyak!)

Leave a Reply