gelora gaza

Gelora Gaza di Al-Haadi Mu’iz

Kemarin Rabu (1 November 2023), segenap santriwati Madrasah Putri At-Taqwa berangkat menuju Masjid Al-Haadi Mu'iz untuk menghadiri kajian yang akan diisi oleh seorang putra Gaza yang saat ini aktif berdakwah di Indonesia, Syekh Muhammad Rathib.

Kemarin Rabu (1 November 2023), segenap santriwati Madrasah Putri At-Taqwa berangkat menuju Masjid Al-Haadi Mu’iz untuk menghadiri kajian yang akan diisi oleh seorang putra Gaza yang saat ini aktif berdakwah di Indonesia, Syekh Muhammad Rathib.

Syekh Rathib datang bersama komunitas Nur Al Aqsha Indonesia (NAQI). Komunitas ini merupakan salah satu komunitas yang aktif menyalurkan dukungan ke Palestina. Syekh Rathib akan menjelaskan situasi terkini di Gaza sebagai putra Gaza. Meski mampu berbahasa Indonesia, Syekh Rathib ditemani oleh Ustaz Amir (seorang anggota Naqi) sebagai mutarjim karena beliau takut susunan kalimat beliau tidak dipahami oleh jamaah yang hadir.

Acara malam itu diberi tajuk Gelora Gaza. Acara dibuka oleh seorang MC dari NAQI yang menjelaskan tentang latar belakang Syekh Rathib. Syaikh Rathib menyampaikan salam dari rakyat Gaza untuk muslimin Indonesia dan keyakinan mereka bahwa umat muslim di Indonesia tidak akan meninggalkan mereka.

Syekh Ratib menjelaskan pentingnya Masjid Al-Aqsha bagi muslimin Indonesia. Tanah tersebut merupakan tanah suci sekaligus tanah wakaf milik seluruh umat muslim — seperti yang dikatakan Amirul Mukminin Umar bin Khaththab ketika menerima kunci Masjid Al-Aqsha dari Sophronius.

Beliau juga mengungkit tentang Palestina yang mengakui kemerdekaan Indonesia pada tahun 1942 silam (negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia) dan mendesak negara-negara Arab lain untuk turut membantu Indonesia mencapai kemerdekaan. Lalu setelah menikmati kemerdekaan selama 78 tahun, apa yang akan dilakukan masyarakat Indonesia terhadap negara yang pernah menolongnya?

Jujur, saya tertampar dengan apa yang beliau sampaikan. Apalagi ketika beliau bercerita tentang masyarakat Gaza yang segera melaksanakan salat gaib (salat jenazah jarak jauh) begitu mendengar ada musibah yang melanda Indonesia. Tidak hanya itu, mereka juga berusaha mengumpulkan dana bantuan untuk Indonesia dan menitipkannya pada seorang relawan asal Indonesia di sana. Padahal mereka juga orang-orang yang membutuhkan bantuan, namun hal itu tidak menghalangi mereka.

Beliau menceritakan bahwa mayoritas warga Gaza sudah putus asa dengan bangsa Arab yang ada di sekitar mereka. Sekarang mereka lebih berharap pada umat muslim di nusantara (meliputi Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam). Karena selama ini umat muslim dari nusantaralah yang tetap berada di samping Palestina.

Masyarakat Gaza meyakini bahwa sebentar lagi akan tiba kemenangan bagi mereka. Entah para muslimin di seluruh dunia membantu mereka atau tidak, mereka akan menang dengan pertolongan Allah. Mereka yakin bahwa kemenangan akan tiba setelah sabar sesaat.

Tim NAQI juga menyetel beberapa video kondisi di Gaza. Salah satunya adalah video penyerangan pertama Taufan Al-Aqsha (7 Oktober 2023) yang direkam oleh mujahid Hamas. Syekh Rathib menyebutkan kesaksian salah satu tentara zionis Israel, “Kami bukan melawan manusia, kami melawan singa.” Lalu Syekh Rathib membenarkan ucapan tersebut, “Mereka (para mujahid) memang singa. Mereka singa Allah, usudullah.”

Di akhir acara, Ustaz Amir mengajak jamaah untuk berlomba dalam bersedekah. Syekh Rathib akan memberikan apresiasi kepada jamaah yang bersedekah. “Saya buka dengan lima juta,” tawar Ustaz Amir ketika membuka “perlombaan sedekah” tersebut.

Acara yang membangkitkan semangat jihad dan cinta sesama muslim itu diakhiri pada pukul 8 malam.  Acara ditutup dengan doa oleh Syekh Rathib lalu dilanjutkan beliau mengimami salat isya. Setelah itu, kami para santriwati pun berjalan pulang menuju asrama untuk beristirahat agar bisa melanjutkan jihad tholabul ‘ilmi pada esok hari.

ditulis oleh: Masvans

Leave a Reply