gaza

Surat untuk Teman Gaza

Assalamu'alaikum teman-teman sesama muslimku di Gaza, Palestina! Ini surat dari teman kalian, seorang thalibah di Indonesia.

Assalamu’alaikum teman-teman sesama muslimku di Gaza, Palestina! Ini surat dari teman kalian, seorang thalibah di Indonesia.

Semalam aku bertemu dengan “paman” kalian, Syekh Rathib yang datang jauh dari Gaza untuk berdakwah di Indonesia. Beliau banyak menceritakan tentang kalian, pemuda-pemudi di Gaza yang berjihad di garis terdepan untuk membela kehormatan Masjid Al-Aqsa.

Aku menyadari hubungan kita yang sebenarnya begitu dekat namun terpisah oleh jarak. Jadi, aku ingin menuliskan sebuah pesan untuk kalian.

Entah kapan, di mana, dan bagaimana surat ini akan sampai pada kalian. Mungkin di sela-sela jihad kalian. Mungkin lewat mimpi kita yang terhubung oleh iman dan doa. Mungkin ketika aku akhirnya tiba di sana. Mungkin ketika kita berjalan bersama dalam penaklukan Roma.

Aku tidak tahu.

Tapi, walaupun kemungkinannya kecil, aku yakin bagi Allah tak ada yang mustahil.

Aku benar-benar berterima kasih atas jasa kakek-kakek kalian, yang membantu kakek-kakek kami menyatakan kemerdekaan. Kakek kalian begitu peduli dan dengan berani membantu Indonesia. Sungguh, udara kemerdekaan yang kuhirup ketika surat ini ditulis adalah salah satu hadiah terindah dari bangsa kalian.

Aku sangat berterima kasih dan kagum pada kalian. Kalian begitu teguh bertahan di bawah rudal yang menghantam. Kalian menjaga Masjid Al-Aqsa dengan iman, mewakili muslim dari seluruh dunia. Meski aku tak bisa melihat langsung garda terdepan, kalian harus tahu doaku menyertai kalian.

Segala kabar dari sana benar-benar mengajarkanku akan keimanan dan keteguhan. Kalian menunjukkan padaku apa itu kepahlawanan. Aku benar-benar berterima kasih. Tanpa kalian, mungkin aku akan lalai dari tujuan hidup sebenarnya.

Aku tahu kalian jauh lebih memahami isi Al-quran dan mengamalkannya. Tapi tanpa bermaksud lancang, izinkan aku menuliskan di surat ini apa yang dipesankan Allah subhanahu wa ta’ala dalam surat Adh-Dhuha,

“Tuhanmu tidak meninggalkan engkau dan tidak pula membencimu.” (QS Adh-dhuha [93]: 3)

Sempat kudengar kabar bahwa kalian kecewa dengan saudara dekat kalian. Aku tidak tahu, setan macam apa yang menyumpal telinga mereka atau ancaman apa yang membuat mereka gentar. Tapi, aku ingin kalian yakin dan fokus pada satu hal: Allah subhanahu wa ta’ala tidak pernah meninggalkan kalian.

Karena walaupun bom dan pesawat mereka terbang di atas kalian, semua itu masih berada di bawah ‘arsy Allah subhanahu wa ta’ala. Kita punya Allah, yang berada di ‘arsy-Nya.

Maaf, karena sebelumnya aku begitu abai pada kalian. Aku sok sibuk dengan rutinitas. Aku janji, setelah ini aku akan berjuang lebih baik lagi. Tolong doakan aku, agar Allah subhanahu wa ta’ala menetapkan hatiku di jalan perjuangan ini.

Maaf karena secara materi, aku tidak bisa membantu banyak. Tapi aku akan berusaha dengan hal yang aku bisa. Aku akan mencantumkan kalian dalam doaku, belajar lebih sungguh-sungguh sebagai bentuk jihadku, dan menyebarkan berita tentang kalian sebanyak-banyaknya. Sungguh, aku berharap suatu saat kita bisa berjuang bersisian. Entah di bumi Allah yang mana nanti.

Semoga — segala hal kecil yang kulakukan, dapat memasukkanku ke dalam surga, menjadikan kita bisa bertetangga di sana.

Sekian dariku, teman kalian di Indonesia, Masvans.

Leave a Reply