Alamat:
Telap, Karang, Kec. Karangpandan, Kab. Karanganyar, Jawa Tengah 57791
Kontak: 0882-2001-2016
melahirkan muslimah gemilang di usia belia
melahirkan muslimah gemilang di usia belia

Dewasa ini, kita banyak mendapati fenomena “lempar tanggung jawab”. Bukan, kita bukan sedang membicarakan politik atau semisalnya. Tanggung jawab yang dimaksud di sini adalah tanggung jawab mendidik anak.
Dewasa ini, kita banyak mendapati fenomena “lempar tanggung jawab”. Bukan, kita bukan sedang membicarakan politik atau semisalnya. Tanggung jawab yang dimaksud di sini adalah tanggung jawab mendidik anak.
Banyak orang tua menganggap bahwa tanggung jawab terhadap anak hanya sebatas mencarikan nafkah, kalau bisa sebanyak-banyaknya. Seakan materi adalah segalanya. Apapun butuh uang, bahkan sekadar buang air di toilet umum pun kita butuh uang.
Maka, sering kita dapati para orang tua yang sibuk bekerja, sementara sang anak dititipkan kepada orang lain. Entah kepada kakek neneknya, tetangganya, pekerja rumah tangga di rumahnya, atau dititipkan di lembaga-lembaga penitipan anak.
Ironisnya, banyak pasangan yang berjuang bertahun-tahun demi mendapatkan anak, sementara ada orang tua yang diberikan amanah anak tetapi malah disia-siakan. Bahkan yang paling menyedihkan adalah anaknya dibuang. Wal iyyadzu billah.
Lantas, bicara tentang pendidikan anak, sebenarnya tanggung jawab siapa?
Mari kita lihat penyampaian terbaik dari sosok orang tua terbaik sepanjang masa, yaitu Rasulullah ﷺ. Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah ﷺ bersabda,
“Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinannya. Seorang imam adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawabannya, seorang pria adalah seorang pemimpin bagi keluarganya dan akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinannya.” (HR. Bukhari: 2278).
Dari hadis tersebut, jelas kita ketahui bahwa anak adalah tanggung jawab orang tua, terutama ayahnya. Pun kita lihat pada firman Allah ﷻ dalam Surah At-Tahrim ayat 6,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ (٦)
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.”
Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu menafsirkan ayat ‘Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka’ dengan makna “Ajarilah diri kalian dan keluarga kalian kebaikan”. Maka, semakin jelaslah bahwa pendidikan anak adalah tanggung jawab setiap orang tua yang beriman.
→ Berlanjut ke part II – end