Alamat:
Telap, Karang, Kec. Karangpandan, Kab. Karanganyar, Jawa Tengah 57791
Kontak: 0882-2001-2016
melahirkan muslimah gemilang di usia belia
melahirkan muslimah gemilang di usia belia

Jadi, di akhir sore ini, aku mengembangkan sebuah payung biru tua lalu berjalan di bawah hujan yang tak kunjung reda.
Tes!
Aku menoleh ke arah luar. Tetes air hujan pertama hujan itu jatuh di atap, lalu disusul bunyi tes-tes-tes lain yang berhamburan. Segera saja kaca jendela di sampingku basah.
Aku memerhatikan keadaan luar dari dari balik kaca jendela. Suara air selalu megah. Selalu bisa membuatku terpesona. Dan spesial untuk hujan deras yang turun setelah mendung lama, dia membawaku ke sebuah masa. Izinkan aku menceritakannya pada kalian.
Di masa itu, aku benar-benar takut. Setiap malam terasa begitu panjang namun besoknya tetap saja aku harus menghadapinya lagi. Orang-orang tidak paham tentang kepalaku yang selalu berisik, jadi mereka tak benar-benar mendengarkan keluh kesahku. Mereka tidak bisa paham kenapa jantungku berdegup tidak tenang dan mataku tidak mampu terpejam.
Di masa itu, rasanya kepalaku akan meledak. Masalah datang dan aku tak tahu harus melakukan apa. Itu membuatku merasa membawa beban berat ke mana-mana. Lalu bahkan ketika suatu masalah masih belum selesai benar, masalah yang lain sudah datang seperti tak mau kalah.
Di masa itu, aku punya banyak keinginan, tapi aku tidak tahu harus memulai dari apa. Ada banyak hal yang ingin kuraih. Ada banyak hal yang ingin kujaga. Tapi tanganku hanya ada dua, dan aku tidak bisa ada di tempat berbeda pada waktu yang sama.
Di masa itu, aku tidak tahu sudah berapa lama rumahku tidak terasa hangat. Rumahku hanya susunan bata yang terasa lembap dan dingin. Sebenarnya aku masih bercita-cita memiliki keluarga yang dekat dan harmonis, tapi aku tak tahu cara melelehkan es yang ada di antara kami yang tumbuh semakin dewasa dan sibuk dengan dunia masing-masing.
Perlu kuakui, aku merasa kesepian meski hidup di dunia yang sama sekali tidak sepi. Riuh ramai di luar sana tak pernah bisa mengisi kekosongan di dalam hatiku. Pertemuan dengan teman seringkali hanya menguras energi. Aku tak pernah benar-benar punya teman untuk berbagi.
Tapi, sebenarnya apa definisi kata itu?
Aku tidak tahu kenapa ada begitu banyak perasaan yang tidak bisa kujelaskan. Aku tidak tahu mana yang harus kubereskan lebih dulu. Kalaupun aku tahu, memangnya aku tahu cara membereskannya?
Seringkali aku bertanya, sebenarnya bagaimana cara menyelesaikan masalah dalam hidup?
Hingga, setelah bertemu dan berbincang dengan beberapa manusia yang juga menjalani kehidupan, aku mengambil satu kesimpulan,
life is more meaningful that i’ve thought
Tujuan hidup kita tidak sedangkal itu. Tujuan hidup kita tidak sedangkal menghilangkan trauma dan rasa takut. Tujuan hidup kita tidak sedangkal menyelesaikan setiap masalah. Tujuan hidup kita tidak sedangkal meraih atau menjaga sesuatu. Tujuan hidup kita tidak sedangkal merangkai keluarga yang harmonis.
Allah menciptakan kita bukan untuk hal-hal itu. Allah menciptakan kita untuk hal yang lebih besar.
Allah menciptakan kita untuk beribadah. Allah menciptakan kita untuk memimpin bumi.
Ini bukan berarti hal-hal tadi tidak memiliki arti. Hal-hal itu penting dan harus diusahakan. Hal-hal itu layak diberi perhatian. Tapi, aku ingin mengatakan ini pada kalian,
Ketika kalian merasa lelah dalam memperjuangkan dan jalan keluar tak kunjung terlihat, ingatlah bahwa tujuan hidup kita tidak sedangkal itu.
Jangan terlalu khawatir. Life is more meaningful that we’ve thought. We have to carry on bigger things.
Jadi, di akhir sore ini, aku mengembangkan sebuah payung biru tua lalu berjalan di bawah hujan yang tak kunjung reda. Aku berjalan menikmati sisa petrichor dan percik-percik air di ujung sepatuku. Aku menghayati setiap langkah dan nafasku. Aku tersenyum kecil meski sekelilingku terlihat gelap dan abu-abu.
Masalahku tidak hilang dalam satu jentikan jari memang. Tapi aku sadar, hidup ini lebih berarti dari itu.
Life is more meaningful than i’ve thought.
ditulis oleh: Masvans